Social Items

Anak ku cengeng...

Satu kalimat khusus untuk meladeni anak yang gampang menangis, tapi sudahkah kita tahu mengapa anak kita gampang sekali menangis moms? Jika belum, baiknya kita kenali dulu sebabnya kenapa anak menangis.Saat anak-anak masih di usia balita mungkin kita mengaggap bahwa anak menangis karena sedang minta perhatian lebih, apalagi kalau permintaannya tidak di kabulkan. Menangis adalah senjatanya..

Tapi bagaimana kalau anak tetap cengeng, padahal sudah memasuki masa sekolah? 
sebagai seorang ibu, kita tidak boleh membiarkannya begitu saja. Karena itu bisa menghambat pertumbuhan mentalnya kelak. Anaku cengeng dari lahir dan masih cengeng saat masuk ke TK A. Saya merasa frustasi, bingung sekali harus berbuat apa biar cengengnya hilang. Sudah berbagai cara saya lakukan seperti, membelikan mainan/permen/es krim saat pulang sekolah biar besok dia gak nangis saat masuk kelas, sampai saya terpaksa bersikap tegas dengan meninggalkannya terus menangis di sekolah dan pas saya jemput masih dalam kondisi menangis. Tapi apa hasilnya? Anaku tetap cengeng! ternyata caraku salah moms..


Memanjakan dan memberi hukuman sama-sama salah! itu tidak merubah apapun.
Suatu hari saya berfikir, bagaimana kalau saya lebih baik mendengarkan dan mengikuti apa permintaan anak terlebih dahulu dengan tujuan nanti bisa gantian anak pun mau mengikuti permintaanku. Yes,alasan pertama anaku bilang saat masuk kelas takut kalau mami pulang nanti nggak kembali lagi jemput meme (anak perempuanku). Menanggapi alasan ini, jadi setiap pagi saya memutuskan untuk masuk kelas dan menunggu sekitar 15 menit hingga meme merasa nyaman di kelas. Cara ini berhasil hanya dalam beberapa bulan saja dan bertahap pelan-pelan saya mulai menunggu di depan kelas, lalu di ruang tunggu hingga akhirnya benar-benar bisa say bye bye dari pintu gerbang sekolah *Puji Tuhan.


Kesimpulannya, Anak mudah menangis bukan karena mereka cengeng! TAPI tipe anak seperti ini adalah, mereka yang kurang punya keberanian untuk bicara ataupun mengungkapkan,mereka yang merasa ragu dengan kemampuan diri dan kurang kepercayaan diri dalam menghadapi sesuatu yang bahkan mungkin belum terjadi. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

* Pendekatan
Sebagai ibu, kita harus bisa menjadi pendengar yang baik. Kenali sebabnya dulu saat anak menangis, jangan keburu memarahinya atau malah menghukumnya karena dinilai sangat mengganggu.

* Bersikaplah seperti bos
Menanamkan sikap selayaknya seorang bos dalam pengasuhan anak, kenapa "Bos" ? Karena seorang bos memiliki citra mampu mengendalikan emosi, memberikan solusi, dan apa yang bos katakan pasti akan di ikuti. Dengan cara ini tentunya kita harus pintar dalam mengendalikan emosi kita dulu, biar bisa mengendalikan anak kita.

* Jadikan anak sebagai sahabat
Menjalin hubungan sebaik mungkin agar anak merasa nyaman berbicara dengan kita, berbagi cerita, bercanda ria.

* Perbanyak sosialisasi
Anak yang kurang percaya diri harus di kenalkan dengan berbagai kegiatan yang bersifat sosial, bertemu dengan banyak orang. Minimal sering berkumpul dengan keluarga yang punya anak seumuran anak kita, atau hanya sekedar ke play ground biar bisa bertemu dengan teman baru.

* Support
Beri dukungan saat anak mulai bisa menggambar atau mewarnai, menari, menyanyi, dll. Dengan membawanya mengikuti kompetisi atau perlombaan, sekalipun ia tidak pernah menjadi juara.

Bangga dan bahagia yang saya rasakan saat ini adalah, meme sudah menjadi anak yang pintar, mudah berteman, berani tampil, berani mengeluarkan pendapat, berani bercerita dengan orang lain, dan masih banyak lagi di pertengahan kelas TK B. *Thanks God! Semoga bermanfaat ya moms...

XoXo mamishares.. mamicares..

Mengatasi Anak Cengeng

Anak ku cengeng...

Satu kalimat khusus untuk meladeni anak yang gampang menangis, tapi sudahkah kita tahu mengapa anak kita gampang sekali menangis moms? Jika belum, baiknya kita kenali dulu sebabnya kenapa anak menangis.Saat anak-anak masih di usia balita mungkin kita mengaggap bahwa anak menangis karena sedang minta perhatian lebih, apalagi kalau permintaannya tidak di kabulkan. Menangis adalah senjatanya..

Tapi bagaimana kalau anak tetap cengeng, padahal sudah memasuki masa sekolah? 
sebagai seorang ibu, kita tidak boleh membiarkannya begitu saja. Karena itu bisa menghambat pertumbuhan mentalnya kelak. Anaku cengeng dari lahir dan masih cengeng saat masuk ke TK A. Saya merasa frustasi, bingung sekali harus berbuat apa biar cengengnya hilang. Sudah berbagai cara saya lakukan seperti, membelikan mainan/permen/es krim saat pulang sekolah biar besok dia gak nangis saat masuk kelas, sampai saya terpaksa bersikap tegas dengan meninggalkannya terus menangis di sekolah dan pas saya jemput masih dalam kondisi menangis. Tapi apa hasilnya? Anaku tetap cengeng! ternyata caraku salah moms..


Memanjakan dan memberi hukuman sama-sama salah! itu tidak merubah apapun.
Suatu hari saya berfikir, bagaimana kalau saya lebih baik mendengarkan dan mengikuti apa permintaan anak terlebih dahulu dengan tujuan nanti bisa gantian anak pun mau mengikuti permintaanku. Yes,alasan pertama anaku bilang saat masuk kelas takut kalau mami pulang nanti nggak kembali lagi jemput meme (anak perempuanku). Menanggapi alasan ini, jadi setiap pagi saya memutuskan untuk masuk kelas dan menunggu sekitar 15 menit hingga meme merasa nyaman di kelas. Cara ini berhasil hanya dalam beberapa bulan saja dan bertahap pelan-pelan saya mulai menunggu di depan kelas, lalu di ruang tunggu hingga akhirnya benar-benar bisa say bye bye dari pintu gerbang sekolah *Puji Tuhan.


Kesimpulannya, Anak mudah menangis bukan karena mereka cengeng! TAPI tipe anak seperti ini adalah, mereka yang kurang punya keberanian untuk bicara ataupun mengungkapkan,mereka yang merasa ragu dengan kemampuan diri dan kurang kepercayaan diri dalam menghadapi sesuatu yang bahkan mungkin belum terjadi. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

* Pendekatan
Sebagai ibu, kita harus bisa menjadi pendengar yang baik. Kenali sebabnya dulu saat anak menangis, jangan keburu memarahinya atau malah menghukumnya karena dinilai sangat mengganggu.

* Bersikaplah seperti bos
Menanamkan sikap selayaknya seorang bos dalam pengasuhan anak, kenapa "Bos" ? Karena seorang bos memiliki citra mampu mengendalikan emosi, memberikan solusi, dan apa yang bos katakan pasti akan di ikuti. Dengan cara ini tentunya kita harus pintar dalam mengendalikan emosi kita dulu, biar bisa mengendalikan anak kita.

* Jadikan anak sebagai sahabat
Menjalin hubungan sebaik mungkin agar anak merasa nyaman berbicara dengan kita, berbagi cerita, bercanda ria.

* Perbanyak sosialisasi
Anak yang kurang percaya diri harus di kenalkan dengan berbagai kegiatan yang bersifat sosial, bertemu dengan banyak orang. Minimal sering berkumpul dengan keluarga yang punya anak seumuran anak kita, atau hanya sekedar ke play ground biar bisa bertemu dengan teman baru.

* Support
Beri dukungan saat anak mulai bisa menggambar atau mewarnai, menari, menyanyi, dll. Dengan membawanya mengikuti kompetisi atau perlombaan, sekalipun ia tidak pernah menjadi juara.

Bangga dan bahagia yang saya rasakan saat ini adalah, meme sudah menjadi anak yang pintar, mudah berteman, berani tampil, berani mengeluarkan pendapat, berani bercerita dengan orang lain, dan masih banyak lagi di pertengahan kelas TK B. *Thanks God! Semoga bermanfaat ya moms...

XoXo mamishares.. mamicares..

No comments